Minggu, 08 Juni 2014

Interaksi Obat Jantung


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah yang Maha Kuasa, karena berkat kasih karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Interaksi Obat Jantung” dengan tepat waktu. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya.
Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan makalah ini sehingga dapat selesai pada waktu yang telah ditentukan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini baik langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalah ini. Semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Penyakit jantung merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.
Penyakit jantung sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern.
Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh, negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap cermin pola hidup modern. Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, telah menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan. Padahal kesemua perilaku tersebut dapat merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.
Interaksi obat terjadi jika suatu obat mengubah efek obat lainnya. Kerja obat yang diubah dapat menjadi lebih atau kurang reaktif. Reaksi perorangan sangat beragam. Faktor yang dapat mempengaruhi antar lain sifat keturunan, fungsi hati dan ginjal, usia (yang paling peka adalah bayi dan orang berusia di atas 50 tahun), ada tidaknya suatu penyakit, jumlah obat yang digunakan, lama pengobatan, jarak waktu antara penggunaan dua obat, dan obat mana yang digunakan mula-mula. Karena itu efek yang terjadi mungkin saja tak berarti apa-apa bagi seseorang akan tetapi sangat membahayakan bagi orang lain. Hal mendasar yang patut disadari adalah bahwa bahaya mungkin dapat terjadi.
Obat yang diminum mengalami empat proses dasar dalam tubuh. Dari mulut, obat menuju lambung, lalu ke usus. Di sini obat diserap ke dalam aliran darah dan disebarkan ke seluruh tubuh sehingga muncul efek. Obat kemudian diuraikan atau dimetabolisis oleh hati. Akhirnya, bentuk obat yang sudah diuraikan, diekskresikan dalam urin melalui ginjal. Pada interaksi obat, suatu obat mengubah obat yang lain dalam satu atau lebih proses farmakologi. Jenis interaksi ini disebut interaksi farmakokinetik. Jenis interaksi utama lainnya adalah interaksi farmakologik. Pada jenis ini, efek suatu obat akan menambah (sinergisme) efek obat lainnya atau mengurangi (antagonisme) efek obat kedua tersebut.
  
I.2 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dangkat dalam penulisan makalah ini adalah :
a.       Apakah sebenarnya penyakit jantung itu ?
b.      Apa sajakah gejala-gejala umum penyakit Jantung ?
c.       Bagaimanakah cara mencegah penyakit jantung ?
d.      Apa sajakah penyebab penyakit jantung ?
e.       Apa sajakah yang termasuk dalam golongan obat jantung ?
f.       Bagaimanakah interaksi obat jantung ?

I.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
  1. Untuk mengetahui pengertian dari penyakit jantung itu.
  2. Untuk mengetahui gejala-gejala umum penyakit Jantung.
  3. Untuk mengetahui bagaimana cara mencegah penyakit jantung.
  4. Untuk mengetahui penyebab penyakit jantung.
  5. Untuk mengetahui penggolongan obat jantung.
  6. Untuk mengetahui interaksi obat jantung.
  



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Pengertian Penyakit Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.
Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktivitas, seperti yang menyerang beberapa atlit-atlit sepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktivitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.
Gagal jantung adalah sindroma klinik yang kompleks akibat kelainan structural dan fungsional jantung yang mengganggu kemampuan ventrikel untuk diisi dengan darah atau untuk mengeluarkan darah.
Gagal jantung terjadi jika curah jantung tidak mencukupi untuk memmenuhi kebutuhan tubuh akan O2. Kondisi ini sangat letal dan dapat mengakibatkan motilitas 15-50 % pertahun, tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Keparahan meningkat sebanding dengan usia, dan resiko pada laki-laki lebih tinggi dari pada wanita. Gagal jantung juga terjadi bila jantung tidak dapat lagi memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Seperti setiap pompa mekanis, gagal jantung terjadi bila jantung bekerja tidak terlalu keras untuk waktu yang lama. Dalam hal ini jantung tidak dapat memompa darah beroksigen yang cukup untuk metabolik tubuh. Strategi pengobatan farmakologik meliputi perbaikan kontraktilitas miokardial atau penurunan kerja jantung.

 II.2 Gejala Umum Penyakit Jantung
Pada dasarnya, gejala-gejala umum yang dialami orang yang mengalami penyakit jantung disebabkan kurangnya jumlah darah yang memasok oksigen ke jantung akibat fungsi jantung yang terganggu.
Adapun gejala-gejala tersebut antara lain:
  1. Angina - Adalah rasa nyeri atau ditekan di bagian dada.
  2. Aritmia - Adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi berupa gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan palpitasi (denyut jantung yang abnormal).
Angina dan aritmia disebabkan kurangnya pasokan darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Biasanya diikuti oleh gejala lain seperti pusing, letih yang berkepanjangan, mual, berkeringat dingin, dan sesak nafas.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi peringatan awal akan resiko serangan jantung. Sayangnya, mereka yang mengalami gejala-gejala tersebut sering kali menganggapnya sebagai masuk angin biasa, inilah yang sering membuat pertolongan pertama menjadi terlambat dan sangat merugikan. Akibatnya, ketika serangan jantung (myocardial infarction) berlangsung, otot-otot jantung akan mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Dan tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak dapat mengalami regenerasi.
Karena itu semakin lama serangannya dan tidak segera ditangani, maka semakin banyak juga kerusakan permanen pada otot-otot jantung dan bahkan jika terus dibiarkan dapat mengalami kematian.
Sewaktu gejala-gejala serangan jantung timbul, sangatlah penting untuk langsung mencari bantuan medis karena resiko kematian terbesar adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan.
Perawatan yang cepat dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan.
Mengingat bahaya penyakit jantung yang mengancam kehidupan, mencegah atau mengurangi resiko penyakit jantung adalah cara yang terbaik, selain dengan menjaga pola makan dan olah raga teratur, mengkonsumsi suplemen herbal sangat membantu.

II.3 Pencegahan Penyakit Jantung
Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan penyakit jantung & stroke hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke.
Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.
Kurangi minum alkohol. Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri. Lakukan Olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena jantung dan stroke.
Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali. Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.
  
II.4 Penyebab Penyakit Jantung
Faktor yg menyebabkan terkena resiko penyakit jantung sebagai mana dikemukakan di dalam Satu Kongres Kardiolog di Munich Jerman yaitu :
  1. Merokok
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Penyakit gula atau Diabetes
  4. Satu skema pembagian lemak = waist to hip ratio
  5. Pola Makan yang salah
  6. Kegiatan fisik yang berlebihan
  7. Mengkonsumsi Alkohol
  8. Banyaknya lemak di dalam darah
  9. Faktor psikososial
Namun ada empat faktor utama penyebab penyakit jantung, yaitu :
  1. Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
  2. Kadar lemak darah (kolesterol) yang tinggi
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Penyakit kencing manis
  II.5 Penggolongan Obat Jantung
Obat jantung dikelompokkan dalam 6 bagian, yaitu:
  1. Obat Angina
Obat angina mengurangi nyeri angina dengan cara memperbaiki pasokan darah dan oksigen ke jantung. Nama paten obat angina (nama generik dalam kurung) adalah :
a.       Cardilate (eritritil tetranitrat)
b.      Duotrate (pentaeritritol tetranitrat)
c.       Isordil (isosorbida dinitrat)
d.      Nitro-BID (nitrogliserin)
e.       Nitro-Dur (nitrogliserin, transmukosal)
f.       Persantine (dipiridamol)
  1. Antiaritmika
Obat ini menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur. Nama paten obat antiaritmika (nama generik dalam kurung):
a.       Quinidex Extentabs (kinidin)
b.      Procan (prokainamida)
c.       Norpace (disopiramida)
  1. Obat Jantung Pemblok Beta
Pemblok beta adalah obat jantung yang banyak fungsinya. Di samping menghilangkan nyeri angina dan menormalkan kembali denyut jantung, obat ini juga efektif menurunksn tekanan darah. Pemblok beta juga digunakan untuk maksud lain seperti mencegah sakit kepala migrain. Nama paten obat pemblok beta (nama generik dalam kurung):
a.       Blocadren (timolol)
b.      Corgard (nadolol)
c.       Inderal (propranolol)
d.      Lopressor (metoprolol)
e.       Tenormin (atenolol)
f.       Visken (pindolol)
  1. Obat Jantung Pemblok Kalsium
Obat pemblok kalsium adalah perkembangan terbaru obat jantung. Obat ini dapat mengurangi nyeri angina yang tak dapat ditanggulangi dengan obat lain. Verapamil efektif terhadap jenis aritmia jantung tertentu. Nama paten obat pemblok kalsium (nama generik dalam kurung):
a.       Calan (verapamil)
b.      Cardizem (diltiazem)
c.       Isoptin (verapamil)
d.      Procardia (nifedipin)
  1. Obat Jantung Digitalis
Obat sejenis digitalis meningkatkan kekuatan dan efisiensi jantung dan digunakan untuk mengobati layu jantung dan menormalkan kembali denyut jantung yang tidak teratur. Nama paten obat jantung digitalis (nama generik dalam kurung):
a.       Crystodigin (digitoksin)
b.      Digifortis (digitalis)
c.       Lanoxin (digoksin)
d.      Purodigin (digitoksin)
  1. Diuretika
Diuretika menghilangkan kelebihan cairan tubuh dan sering digunakan untuk mengobati layu jantung. Nama paten obat diuretika (nama generik dalam kurung):
a.       Aldactone (spironolakton)
b.      Anhydron (siklotiazida)
c.       Aquatag (benztiazida)
d.      Aquatensin (metiklotiazida)
e.       Lasix (furosemid)
f.       Midamor (amilorid)
g.      Naqua (triklormetiazida)
h.      Zaroxolyn (metolazon)
   
II.6 Interaksi Obat Jantung
  1. Interaksi obat angina/antiaritmika
1.      Obat angina / antiaritmika - Pemblok beta
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan gejala : pusing, lemah, pingsan, penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Obat pemblok beta diberikan pada angina, untuk menormalkan kembali denyut jantung dan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
2.      Obat angina/antiaritmika ± Diuretika
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : pusing, lemah, pingsan, penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Diuretika menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh dan digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung.
3.      Obat angina/antiaritmika ± Obat tekanan darah tinggi
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : pusing, lemah, pingsan, penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Obat tekanan darah tinggi digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi.
4.      Obat angina ± Alkohol (bir,minuman keras, anggur,dll)
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan gejala yang menyertai : pusing, lemah, pingsan, penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Interaksi ini dapat diperkecil dengan mengurangi minum alcohol.
5.      Obat angina ± Vasodilator
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. akibatnya ; hipotensi postural dengan gejala yang menyertainya : pusing, lemah, pingsan,penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Vasodilator melebarkan pembuluh darah dan digunakan untuk mengobati gangguan peredaran darah, misalnya arteriosklerosis (pengerasan arteri).
6.      Antiaritmika ± Antidepresan (jenis siklik)
Kombinasi ini dapat menimbulkan efek merugikan pada jantung. Akibatnya : kemungkinan terjadi aritmia jantung. Antidepresan digunakan untuk mengurangi depresi mental dan memperbaiki suasana hati. Catatan : antidepresan trazadon (Desyrel) tidak berinteraksi.
7.      Disopiramida ± Fenitoin
Efek disopiramida dapat berkurang. Akibatnya : denyut jantung yang tak teratur tak dapat dikendalikan dengan baik. Fenitoin digunakan untuk mengendalikan kejang pada kelainan seperti epilepsi.
8.      Prokainamida ± Antasida
Efek prokainamida dapat meningkat. Akibatnya : terlalu banyak prokainamida dapat menurunkan tekanan darah, menyumbat jantung (mengurangi transmisi saraf yang dibutuhkan untuk denyut jantung yang teratur) atau menyebabkan ketidakteraturan denyut jantung yang amat berbahaya yang disebut fibrilasi ventricular.
9.      Kinidin ± Antasida
Efek kinidin dapat meningkat. Akibatnya : terlalu banyak kinidin dapat menurunkan tekanan darah, menyumbat jantung (megganggu transmisi saraf yang dibutuhkan untuk denyut jantung yang teratur), atau menyebabkan ketidakteraturan denyut jantung yang amat berbahaya yang disebut fibrilasi ventricular.
10.  Kinidin ± Antikoagulan
Efek antikoagulan dapat meningkat. Antikoagulan digunakan untuk mengencerkan darah dan mencegah pembekuan. Akibatnya : risiko perdarahan meningkat. Gejala yang dilaporkan antara lain memar atau perdarahan pada bagian tubuh, tinja hitam pekat.
11.  Kinidin ± Barbiturat
Efek kinidin dapat meningkat. Akibatnya : denyut jantung yang tak teratur tak dapat dikendalikan dengan baik. Barbiturat digunakan sebagai sedative atau pil tidur.
12.  Kinidin ± Digoksin (Lanoxin)
Efek digoksin dapat meningkat. Digoksin digunakan untuk mengobati laju jantung dan untuk menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur. Akibatnya : mungkin terjadi efek samping merugikan akibt terlalu banyak digoksin. Gejala yang dilaporkan a.l. mual, gangguan penglihatan, sakit kepala, tak bertenaga, tak ada nafsu makan, bingung, bradikardia atau takikardia, aritmia jantung.
13.  Kinidin ± Fenitoin
Efek kinidin dapat berkurang. Akibatnya : denyut jantung yang tak teratur tak dapat dikendalikan dengan baik. Fenitoin digunakan untuk mngendalikan kejang pada kelainan seperti pada epilepsi.
  1. Interaksi obat jantung pemblok beta
1.  Pemblok beta ± Alcohol
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan gejala yang menyertainya : pusing, lemah, pingsan; penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Interaksi ini dapat diperkecil dengan mengurangi minum alcohol.
2.   Pemblok beta ± Amfetamin
Efek pemblok beta dilawan. Akibatnya : kelainan yang ditangani dengan pemblok beta tak dapat dikendalikan dengan baik. Kombinasi ini dapat pula secara paradox menaikkan tekanan darah yang membahayakan dengan gejala seperti demam, sakit kepala, gangguan penglihatan, Amfetamin digunakan sebagai pil pelangsing (tidak dianjurkan), untuk mengatasi masalah perilaku pada anak-anak, dan untuk narkolepsi.
3.  Pemblok beta ± Obat angina/antiaritmika
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan gejala yang menyertainya : pusing, lemah, pingsan; penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok.
4.   Pemblok beta ± Antasida
Efek pemblok beta dapat berkurang. Akibatnya : kondisi yang ditangani tak dapat dikendalikan dengan baik.
5.   Pemblok beta ± Antidepresan (Janis IMAO)
Kombinasi ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah yang berarti. Gejala yang dilaporkan antara lain denyut jantung tak teratur, demam, sakit kepala, gangguan penglihatan. Antidepresan IMAO yang berguna untuk mengurangi depresi mental dan memperbaiki suasana hati tak banyak digunakan lagi sejak dikembangkan antidepresan jenis siklik seperti Elavil dan Sinequan.
6.   Pemblok beta ± Antidepresan (jenis siklik)
Efek pemblok beta dapat berkurang. Akibatnya : kondisi jantung yang ditangani tak dapat dikendalikan dengan baik. Antidepresan digunakan untuk mengurangi depresi mental dan memperbaiki suasana hati.
7.   Pemblok beta ± Antipsikotika
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah dan efek pemblok beta dapat meningkat. Gejala tekanan darah rendah yang dilaporkan a.l. pusing, lemah, pingsan. Gejala yang dilaporkan akkibat pemblok beta yang terlalu banyak : bradikardia, lelah, aritmia jantung, napas berdengik seperti pada asma atau sulit bernapas. Antipsikotika adalah trankulansia mayor yang digunakan untuk mengobati kelainan mental yang parah seperti skizofrenia. Umumnya antipsikotika merupakan golongan fenotiazin.
8.   Pemblok beta ± Obat asma
Efek teofilin terhadap asma akan dilawan. Obat asma digunakan untuk membuka jalan udara di paru-paru dan mempermudah pernapasan pasien asma. Akibatnya : saluran bronkus tak dapat terbuka cukup lebar untuk menanggulangi serangan asma.
9.   Pemblok beta ± Barbiturat
Efek pemblok beta dapat berkurang. Akibatnya : kondisi yang ditangani oleh pemblok beta tak dapat dikendalikan dengan baik.
10. Pemblok beta ± Sediaan flu/batuk yang mengandung pelega hidung
Efek pemblok beta mungkin dilawan. Akibatnya : kondisi yang ditangani oleh pemblok beta tak dapat dikendalikan dengan baik. Sediaan obat hidung yang mengandung pelega idung dapat diserap ke dalam aliran darah dan dapat menyebabkan interaksi.
11. Pemblok beta ± Obat diabetes
Kombinasi ini dapat meningkatkan atau mengurangi efek obat diabetes. Akibatnya : jika efek obat diabetes meningkat, kadar gula dalam darah dapat turun terlalu rendah. gejala hipoglikemia yang dilaporkan, yang akan lebih nyata pada kegiatan jasmani atau olahraga : berkeringat, gelisah, pingsan, lelah, bingung, aritmia jantung, takhikardia, nanar, dan gangguan penglihatan. Jika efek obat diabetes berkurang, kadar gula darah akan tetap terlalu tinggi. Gejala hiperglikemia yang dilaporkan : haus yang amat sangat, pengeluaran urin banyak, berat badan berkurang, lapar, letargi, mengantuk dan nanar. Obat jantung pemblok beta digunakan untuk angina, menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur, dan membantu menurunkan tekanan darah.
12. Pemblok beta ± Pil pelangsing (obat bebas) yang mengandung fenilpropanolamin
Efek pemblok beta mungkin dilawan. Akibatnya : kondisi yang ditangani oleh pemblok beta tk dapat dikendalikan dengan baik. Fenilpropanolamin adalah pelega hidung yang merupakan komponen utama dalam pil pelangsing yang dijual bebas karena efek sampingnya yang dapat menekan nafsu makan.
13. Pemblok beta ± Vasodilator
Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan gejala yang menyertainya : pusing, lemah, pingsan; penurunan tekanan darah yang hebat akan menyebabkan kejang atau syok. Vasodilator melebarkan pembuluh darah dan digunakan untuk mengobati kelainan yang disebabkan peredaran darah yang buruk, misalnya arterioskerosis.
  1. Interaksi Obat Digitalis
1.  Kelompok digitalis ± Amfetamin
Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Amfetamin digunakan sebagai pil pelangsing (tidak dianjurkan), untuk mengatasi masalah perilaku pada anak-anak, dan untuk narkolepsi.
2.   Kelompok digitalis ± Obat asma (kelompok epinefrin)
Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Obat asma digunakan untuk membuka saluran udara paru-paru dan mempermudah pernapasan penderita asma bronchial.
3.   Kelompok digitalis ± Sediaan flu/batuk yang mengandung pelega hidung
Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Sediaan pelega hidung dapat diserap ke dalam liran darah dan menyebabkan interaksi.
4. Kelompok digitalis ± Pil pelangsing (tanpa resep) yang mengandung fenilpropanolamin
Kombinasi ini dapat menimbulkan aritmia jantung. Fenilpropanolamin adalah pelega hidung yang merupakan komponen utama dalam pil pelangsing yang dijual bebas, karena efek sampingnya dapat menekan nafsu makan.
5.   Kelompok digitalis ± Diuretika
Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Diuretika menghilangkan kelebihan cairan tubuh dan digunakan pada laju jantung dan tekanan darah tinggi. Umumnya diuretika mengurangi kadar kalium tubuh. Kurangnya kalium menyebabkan jantung menjadi amat peka terhadap digitalis dan resiko keracunan digitalis meningkat dengan gejala : mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan, bradikardia, takhikardia, dan aritmia jantung.
6.   Kelompok digitalis ± Pencahar
Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Pencahar mengurangi kalium tubuh. Kurangnya kalium menyebabkan jantung sangat peka terhadap digitalis dan risiko keracunan digitalis meningkat dengan gejala : mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan, bradikardai, takhikardia, dan aritmia jantung.
7.   Digitoksin ± Barbiturat
Efek digitoksin dapat berkurang. Akibatnya : kondisi jantung yang ditangani dengan digitoksin tak dapat dikendalikan dengan baik.
8.   Digoksin (Lanoxin) ± Antasida
Efek digoksin dapat berkurang. Akibatnya : kondisi jantung yang ditangani dengan digitoksin tak dapat dikendalikan dengan baik.
9.   Digoksin (Lanoxin) ± Metildopa (Aldomet, Aldoril)
Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Metildopa digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Gejala yang dilaporkan a.l. bradikardia, pusing, pingsan, bingung, dan pelupa.
10. Digoksin (Lanoxin) ± Antibiotika tetrasiklin
Efek digoksi dapat meningkat. Akibatnya : dapat terjadi efek samping merugikan akibat terlalu banyak digoksin. Gejala yang dilaporkan a.l. mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan , bradikardia, takhikardia, dan aritmia jantung.
11. Obat jantung pemblok kalsium ± Pemblok beta
Kombinasi ini dapat merugikan jantung. Jika kedua obat ini diberikan bersama-sama, dokter harus memantau dengan teliti efek yang terjadi pada pasien. Pemblok beta digunakan untuk mengobati kelainan jantung dan untuk tekanan darah tinggi.
12. Pemblok kalsium ± Digoksin
Efek digoksi dapat meningkat. Akibatnya : dapat terjadi efek samping merugikan akibat terlalu banyak digoksin. Gejala yang dilaporkan a.l. : mual, bingung, gangguan penglihatan, sakit kepala, kurang tenaga, tak ada nafsu makan, bradikardia, takhikardia, dan aritmia jantung.

  1. Tumbuhan Obat Penyakit Jantung dan Interaksi Obatnya
Tanaman sudah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun untuk tujuan pengobatan. Dalam pendekatan ini dinyatakan bahwa, gangguan pada salah satu organ tubuh akan menyebabkan ketidakseimbangan organ lain. Kalau masalah keseimbangan tubuh tidak dapat diatasi, maka akan timbul gangguan kesehatan. Pengobatan yang dilakukan oleh para pengobat bertujuan untuk membantu penyembuhan alami dan pengembalian kesehatan penderita pada kondisi berimbang, bukan hanya menghilangkan gejalanya.
Prinsip utama pengobatan dengan tanaman obat adalah pentingnya menggunakan ekstrak total tanaman, bukan isolasi murni atau tiruan zat tertentu yang berfungsi spesifik, apalagi bahan sintetis. Keragaman kimiawi penyusun dalam tanaman dapat menghasilkan aktivitas yang luas di dalam tubuh. Senyawa kimiawi tersebut akan bekerja bersama-sama sehingga dapat menghilangkan efek samping yang mungkin timbul serta dapat memberikan kemampuan kerja serentak. Dengan demikian, jumlah senyawa yang dibutuhkan relatif sedikit disbanding pemakaina senyawa tunggal.
Sejumlah tanaman yang tersebar di alam mengandung glikosida steroid dengan 23 atau 24 atom karbon yang dapat memberikan efek memperkuat pada jantung yang sedang melemah.
Di dalam tanaman, glikosida jantung terdapat dalam tumbuhan berbiji. Umumnya banyak ditemukan pada suku Apocynaceae dan Asclepiadaceae, tetapi juga ditemukan di dalam beberapa tanaman Liliaceae, Ranunculaceae, dan Euphorbiaceae. Suku Apocynaceae, seperti : Pulasari (Alyxia stellata A) Suku Liliaceae, seperti : Bawang putih (Allium sativum L) dan Bawang merah (Allium cepa L) Suku Ranunculaceae, seperti : jinten hitam (Nigella sativum) Suku Euphorbiaceae, seperti : Meniran (Phyllantus niruri L).
Adapun Interaksi Obat Jantung dengan Tumbuhan yaitu :
1) Pemberian bersama alkaloid ergot potensial menyebabkan vasospasme koroner dan dapat memperberat angina.
2) Lisinopril jika dikombinasi dengan bawang putih (dapat meningkatkan efek antihipertensi).
3) Ginseng (memperparah hipertensi).
4)  Peningkatan efek vasodilator dan efek samping termasuk hipotensi parah dan iskemia miokardial dapat terjadi jika nifedipin digunakan bersama grapefruit.


BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:
1)      Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
2)      Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.
III.2 Saran
Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi, tidak sering tidur terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan, hal tersebut diatas merupakan saran yang baik untuk dijalankan bagi tiap orang untuk menjaga kesehatan terutama Jantung.
  

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2009. “Interaksi Obat Jantung”. (Online), (http://medicafarma. blogspot.com/2009/07/interaksi-obat-jantung.html).
Gan, Sulistia. 1987. “FARMAKOLOGI DAN TERAPI EDISI V”. FKUI : Jakarta
Katzung, Bertram G. 1998. “FARMAKOLOGI DASAR DAN KLINIK EDISI VI-BOOK I”. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta
Tjay, Tan Hoan dan Kirana Raharja. 2002. Obat-Obat Penting. PT. Elex Media Komputindo : Jakarta



Share this

0 Comment to "Interaksi Obat Jantung"

Posting Komentar

Komentar Anda Adalah Motivasi Untuk Saya