Sabtu, 24 Januari 2015

Bahan-bahan Pensuspensi

a.  Menurut Scoville’s
            Dalam suspensi harus ditambahkan untuk mengurangi terjadinya endapan sebagian keseragaman dosis dijamin, mempermudah dispersi kembali, mencegah pengendapan pada bahan berminyak, contoh : gom, pektin, tragacant, selulosa, bahan aktif, permukaan, PGA, monostearat, tween.

b.  Menurut Parrot
            Bahan yang ditambahkan untuk meningkatkan kekentalan untuk memperlambat terjadinya pengendapan.

c.   Menurut Lachman
Ø Komposis sisstem suspensi
ü Bahan pembasah
ü Bahan pendispersi
ü Bahan pemflokulasi
ü Bahan pengental
Ø Bahan pembawa suspensi atau fase eksternal
ü Bahan pengental pH dan buffer
ü Bahan pengawet
ü Bahan osmotik dan penstabil
ü Pengaroma, pewarna, penghancur
ü Bahan cairan pembawa

d.  Menurut Ansel
ü Zat pembasah
Contoh : Alkohol, gliserin, dan cairan higroskopik lainnya, sebagai zat pembasah.
ü Zat pengawet
Pengawet metil paraben, dan propil paraben
ü Zat pemanis
Sorbat memberikan viskositas dan juga rasa manis
ü Zat pensuspensi
Karboksil metil selulosa, bentonit merupakan beberapa diantara zat pensuspensi yang digunakan mengentalkan medium dispersi dan membantu terdisperrsinya suspensoid.

e.  Menurut Ansel
Ø Zat pembasah
Weeting agent yang digunakan yaitu :
ü Cicotyl sodium sulfacariate
ü Sodium lauryl sulfate
Ø Bahan suspensi harus ditambahkan untuk mengurangi terjadinya endapan. Contoh : gom, peeturi, tragakan, selulosa, glays bahan aktif permukaan, PEG, monostearat, tween.

Kamis, 22 Januari 2015

Syarat-syarat Suspensi yang Baik

3.  Syarat-syarat suspensi yang baik atau ideal
a.  Menurut RPS
1.  Partikel yang terdispersi harus mempunyai ukuran yang sama sehingga tidak cepat mengendap pada wadah.
2.  Endapan yang terjadi tidak membentuk cake yanng keras.
3.  Mudah didispersi kembali sehingga memudahkan penggunaan pada pasien.
4.  Produk harus mudah tertuang, nyaman digunakan dan tahan terhadap serangan mikroba.
b.  Menurut Farmasi Fisika
1.  Zat yang terdispersi tidak boleh cepat mengendap.
2.  Partikel tidak boleh membentuk suatu gumpalan padat tetapi harus cepat terdispersi kembali.
3.  Dispersi tidak boleh terlalu kental untuk dituang.
c.   Menurut Ansel
1.  Suatu suspensi farmasi yang dibuat dengan tepat mengendap secara lambat dan harus rata lagi.

2.  Suspensi biass dituang dari wadah degan cepat dan homogen.

Rabu, 21 Januari 2015

Keuntungan dan Kerugian Suspensi

a.  Keuntungan dari suspensi
Ø Menurut Ansel
·    Obat-obatan tertentu tidak stabil secara kimia bila ada dalam larutan tapi stabil bila disuspensi. Dalam hal seperti ini suspensi oral menjamin stabilitas kimia dan memungkinkan trappi denngan cairan.
·   Untuk banyak pasien bentuk cair lebbih disukai ketimbang bentuk padat (tablet atau kapsul dari obat yang sama). Karena mudahnya menelan cairan dan keluwesan dalam pemberian dosis. Pemberian dosis yang relatif sangat besar, aman, mudah diberikan untuk anak-anak juga muda diatur penyesuaian dosisnya untuk anak-anak.
Ø Menurut Farmasi Fisika
          Suspensi memberi andil dalam bidang farmasi dan kedokteran dalam hal mebuat zat-zat yang tidak larut dan seringkali tidak enak rasanya meenjadi suatu sediaan yang enak ataau juga dalam membentuk sediaan obat kulit yang cocok untuk penggunaan pada kulit dan pada meembran mukosa, serta dalam hal pemberian parenteral dari obat-obat yang tidak larut.
Ø Menurut parrot
          Suspensi merupakan penyebaraan yang lebih baik pada saluran pencernaan ddibandingkan bentuk padatan karena partikel yang kecil antara 1-50 mikron yang terdistribusi tanpa hambatan beeberapa paasien tidak menerima rasa yang tidak enak, ini dapat diperbaiki tanpa hambatan. Beberapa pasien tiak menerima rasa yang tidak enak, ini dapaat diperbaiki dengan suspensi dari derivat yang tidak larut, sebagai contoh kloramfenikol palmitat dan triasetilleadomian seperti molekul terlarut merangsang pangkal rasa. Lama menyimpan suspensi dari campuran obat lebih baik dari pada campuran dalam bentuk campuran.
Ø Menurut scoville’s, hal. 298
          Suspensi mempunyai 2 keuntungan, internal dari eksternal. Untuk internal aksi perlindungan atau aksi yang lebih lama, kedua aksi ini mungkin dipertinggi oleh ketidaklarutan dalam kasus suspensi injeksi intramuskular ini suspensi bahan obat digambarkan sehingga cadangan pelepasan eksternal obat diperpanjang suspensi juga meempunyai keuntungan dalam beberapa bentuk cairan yang cocok untuk mencampur bahan yang tidak stabil dalam larutan contoh-contoh larutan penisillin rusak dengan cepat dalam aktivitas bentuknya.
Ø Menurut RPS
          Sediaan yang disebut diatas (suspensi) mengandung beberapa keuntungan yang lebih dari bentuk padatan obat tidak larut dalam karakteristik cairan, suspensi menjamin keseragaman dosis. Tetapi ada beberapa masalah dalam mempertahankan konsentrasi dosis aturan pakai. Rasa yang tidak enak dapat ditutupi dengan menggunakan suspensi obat atau derivat obat. Sebagai contoh kloramfenikol, palmitat, suspensi dibuat dari resin-resin penukaran ion yang mengandung ion obat dapat digunakan tidak hanya untuk mengurangi rasa obat tetapi juga menghasilkan produk yang akssinya diperpanjang sejak obat diubah secara lambat oleh ion-ion lain dalam saluran pencernaan. Suspensi juga stabil secara kimia dibandingkan larutan terutama yang penting dengan beberapa antibiotik dari ahlli farmasi sering menyebutnya suspensi untuk mendispersi bahan obat. Sebagai tambahan suspensi merupakan bentuk sediaan yang ideal untuk beberapa pasien yang sukar menelan tablet dan kapsul, dimana dikhususkan pemberian obat untuk anak-anak.
b.  Kerugian dari suspensi
Ø Menurut ansel
          Hampir semua suspensi harus dikocok sebelum digunakan karena obat cenderung mengendap ini tidak hanya menjamin keseragaman preparat tapi yang lebih paling bagi adalah pemberian dosis yang tepat.
Ø Menurut farmasi fisika
          Suatu kerugian dari sistem yang mengalami flokulasi ini telah disebutkan sebelumnya ialah terbentuknya lempengan yang padat (compact cake) bila partikel-partikel akhirnya mengendap karena alasan inilah formulasi suspensi yang megalami flokulasi ini telah diperjuangkan tahun-tahun terakhir ini, kestabilan fisika optimum pencampuran akan diperoleh bila suspensi tersebut diformulasi dengan partikel yang mengalami flokulasi dari suatu pembawa yang berstruktur ari tipe koloid hidrofilik. Akibatnya sebagian besar dari diskusi berikut akan berhubungan dengan pendekatan apapun yang digunakan produk tersebut harus (1) mengalir dengan segera dari wadahnya dan (2) mempunyai disstribusi partikel yang merata dosisnya.
Ø Menurut Lachman, hal. 986
          Hampir semua sistem suspensi memisah pada pendiaman obat karena itu, perlakuan utama membuat formulasi bukanlah untuk mencoba mengeliminasi pemisah, tetapi untuk mengurangi laju pemindahan dan pemberian kemampuan tersusun kembali dengan mudah dari tiap partikel kecil yang diendapkan.
·      Homogenitas sulit untuk dipertahankan dalam waktu yang lama, karena suspensi yang mengalami flokulasi sering membentuk lempeng yang (compact cake) bila partikel-partikel akhirnya mengendap.
·      Pada suspensi harus dilakukan pengocokan agar tidak terjadi pengendapan.
· Terjadin caking dan partikel-partikel dalam ddapar sehingga dapat mempertahankan terjadinya dispersi kembali.
·      Terjadi pengendapan dan partikel-partikel pendispersi.
·      Hampir semua sistem suspensi memisah pada saat pendiaman, yaitu pemisahan antara fasse-fase pendispersi (partikel-partikel kecil yang tidak larut) dalam fase pendispersi (cairan pembawa).

Senin, 19 Januari 2015

Pengertian Suspensi

1.  Pengertian suspense menurut :
a)  Menurut DOM MARTIN
            Suspensi adalah proses penyiapan sistem 2 fase yang homogen dimana fase dalam atau fase dispersi adalah padatan dan fase luar fase kontinyu adalah cairan padatan terdispersi dalam serbuk halus terbagi dan ukuran partikel yang pekat atau sistem koloid. Bagaimanapun partikel terdispersi dalam sediaaan farmasi disebut suspensi yang biasanya tidak cukup kecil untuk menunjukkan gerakan brown. Fase cairan pada suspensi farmaseutikal adalah fase encer.
b)  Menurut scoville’s
            Sediaan farmasi dimana cairan mengandung bahan yang tidak larut, biasanyaa dikenal dengan suspensi. Kelas ini bentuk campuran pharmaseutikal yang merupakan sediaan tertua dan bentuk suspensi dapat diartikan sebagai sediaan kelas besar seperti produk spesifik suspensi diabsorpsi dari farmakope amerika dan oleh farmakope belanda yang dimaksudkan untuk beberapa sediaan cair yang mengandung obat dalam. Dalam bentuk serbuk halus terbagi yang dimaksudkan untuk digunakaan dalam beberapa cara :
Ø Dengan intramuskuler (bukan intravena) injeksi sebaagaai contoh suspensi steril pia cair, penicillin G.
Ø Pada mata dengan suspensi epelmic cortisone asetat.
Ø Oral dengan contoh sediaan suspensi oral trisulfa pirimidis.
Ø Rektal sebagai contoh adalah suspensi paranitro sulfalazo.
c)  Menurut Farmasi Fisika
            Suatu suspensi dalam bidang farmasi adalah suatu dispersi kasar dimana partikel zat padat yang tidak larut terdispersi dalam suatu medium cair.
d)  Menurut RPS
            Suspensi adalah sistem dua fase yang terdiri dari serbuk halus, yang terdispersi dalam padatan, cairan, dan gas.
e)  Menurut Lachman
            Suspensi merupakan sistem heterogen yang terdiri dari 2 fase kontinyu atau fase luar umumnya cairan atau semi padat dan fase terdispersinya atau fase dalam terbuat dari partiekl-partikel kecil yang pada dasarnya tidak larut tetapi terdispersi seluruhnya dalam fase kontinyu zat yang tidak larut biasa dimaksudkan untuk absorpsi fisiologis untuk fungsi pelapisan dalam dan luar.
f)   Menurut Ansel
            Suspensi adalah sediaaan obat yang terbagi dengan halus yang ditahan dalam suspensi dengan menggunakan pembawa yang sesuai.

g)  Menurut Farmakope Indonesia edisi III
            Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut terdispersi dalm cairan pembawa.
h)  Menurut Farmakope Indonesia edisi IV
            Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat yang tidak larut yang terdispersi dalam fase cair.
i)    Menurut Parrot
            Suspensi pharmaceutical adalah suatu dispersi padatan yang terbagi daam medium cair. Beberapa suspensi dibuat bubuk kering dimana pertambahan volume cairan pembawa ditambahkan sebagai cairan pendispersi sebelum terdispersi.
j)    Menurut DOM HOOVER
            Secara sederhana definisi dari suspensi adalah sistem 2 fase yang tersusun oleh bahan padat, pendispersi dalam cairan.
k) Menurut Ilmu Resep

Suspensi merupakan sediaan cair yang mengandung partikel tidak larut dalam bentuk halus yang terdisfersi kedalam fase cair.

Minggu, 18 Januari 2015

Keuntungan dan Kerugian Bentuk Sediaan Larutan

a.    Kentungan
1)    Menurut DOM
·  Sebagai bentuk pengobatan larutan mempengaruhi beberapa keuntungan dibandingkan sediaan lain.
·       Larutan sebagai campuran homogeny terdistribusi secara merata.
·       Dosis dapat divariasikan
·   Beberapa obat mengiritasi mukosa lambung ketika diberikan dalam sediaan tablet atau kapsul . iritasi ini dapat dikurangi ketika obat diberikan dalam larutan karena faktor pengenceran.
·   Aksi obat terjadi cepat karena obat terabsorbsi lebih cepat ketika diberikan dalam larutan.
·       Sediaan larutan mudah diberikan perasa, pemanis, dan pewarna.
·   Keuntungan dalam penyaluran, pengubahan untuk anak- anak atau pasien yang tidak dapat menelan tablet atau kapsul obat  dapat dimaksudkan untuk pemakaian luar dengan mudah jika diberikan dalam larutan.
·   Obat- obat paling baik disiapkan dalam larutan karena karakter fisika yang alami.
2)    Menurut Scoville’s
Larutan adalah bentuk cairan yang paling populer pada pengobatan dengan alasan :
·           Pengobatan dijamin karena larutan bersifat homogeny.
·     Larutan dapat diberikan dengan menggunakan takaran atau rumah tangga yang umum.
·    Menunjukkan aksi cepat sebab tidak membutuhkan waktu bagi obat untuk melarut setelah pemberian.
·          Kejernihan dari larutan memberikan penampilan yang menarik.
·          Kejernihan dari larutan memberikan penampilan yang menarik.
b.    Kerugian :
1)    Menurut DOM
Bulk dan kekentalan adalah dua kerugian selama dari kelarutan kapsul atau tablet lebih tepat untuk dibawah- bawah. Beberapa pengobatan ,pengobatan, karena rasa yang kurang baik sangat sulit untuk disiapkan dalam larutan, selain itu tidak stabil dalam air.
2)    Menurut Scoville’s
Beberapa kerugian dalam larutan sebagai bentuk pengobatan, rasa dari obat lebih dirasakan dalam larutan, baik dari pelarut dan kekentalan larutan memberikan bentuk obat yang kurang praktis dibawa dari pelarut dan kekentalan larutan memberikan bentuk obat yang kurang praktis dibawa dari sediaan kering dan pekat seperti serbut dan tablet, dapat dihasilkan kerusakan karena reaksi kimia terjadi paling cepat dalam larutan air adalah katalis untuk banyak katalis.

Sabtu, 17 Januari 2015

Faktor-faktor Fisika Kimia yang Mempengaruhi Kelarutan

a.    Menurut Lachman II Hal.943
·      PH
Sejumlah besar zat kemoterapi adalah asam lemah atau basa lemah kelarutan zat- zat ini dapat dengan nyata dipengaruhi oleh PH lingkungannya, melalui pemakaian kokain aksi massa, kelarutan obat- obat asam lemah atau basa lemah dapat diramalkan sebagai suatu fungsi PH dengan derajat tetapan yang besar. Sebagai contoh reaksi yang terlibat dalam kelarutan obat asam lemah.
        PH (padat)          ––––>              PH (larutan)
Dimana PH (larutan) sama dengan kelarutan dari asam yang tidak terisolasi dengan mol/liter dan merupakan suatu konstanta yang umumnya ditunjukkan dengan Ks.
·     Kosolvensi
Elektrolit- elektrolit lemah dan molekul- molekul nonpolar sering kali mempunyai kelarutan dalam air yang buruk, kelarutannya biasa dapat ditingkatkan dengan penambahan suatu pelarut yang dapat bercampur dengan air, dimana pelarut- pelarut yang digunakan dalam kombinasi untuk meningkatkan kelarutan zat terlarut dikenal dengan nama kosolven.
·     Konstanta dielektrik
Pendekatan yang lebih praktis, walaupun kurang tepat diterima terhadap masalah kelarutan mungkin didapatkan dalam apa yang dikenal sebagai persyaratan dielektrik untuk kelarutan. Menurut teori ini setiap zat terlarut menunjukkan suatu kelarutan maksimum dalam setiap system pelarut tertentu pada satu atau lebih konstanta dielektrik spesifik.
·     Solubilisasi (penglarutan)
Solubilisasi didfenisikan oleh Mr. Baim sebagai lewatnya molekul-molekul zat terlarut yang larut dalam air secara spontan ke dalam larutan air dari suatu satuan atau deterjen, dmana bentuk suatu larutan yang stabil secara termodinamika.
·     Kompleksasi
Senyawa- senyawa organik dalam larutan umumnya cenderung bergabung satu sama lain sampai tingkat tertentu. Sering kali penggabungan ini terlalu lemah untuk dideteksi dengan tehnik-tehnik standar. Dalam hal ini penggabungan antar molekul atau kompleks dapat dengan mudah diamati dan diukur kuantitasnya dengan satu atau beberapa tehnik yang dipublikasikan.
b.    Menurut DOM
·      Kosolven
Campuran pelarut untuk melarutkan sejumlah komponen banyak digunakan dalam lemak cair, karena ketidak terbatasan pelarut maka dapat digunakan dalam bentuk sediaan banyak campuran pelarut terdiri dari air, alcohol, gliserin, propilenglikol dan syrup. Ukuran dari pelarut ini dikembangkan untuk digunakan secara interval dalam bentuk sediaan. Kosolven dapat dipertimbangkan sebagai modifikasi lain dan polaritas dalam system pelarut untuk mendekati farmasi, pelarut yang baru yang tidak dapat dengan mudah diprediksikan berinteraksi dan interaksi komponen pelarut.
·     Parameter kelarutan
Parameter kelarutan dikembangkan oleh Hilde brad dan sebagai alam dalam meramalkan dalam kelarutan dari cairan dan bahan dalam pelarut yang besar. Parameter kelarutan didefenisikan sebagai setengah akar pangkat dari kecepatan kohesi.
        S = {(∆E).(V)}1/2
Dimana ∆E/V adalah energi kecepatan kohesi atau energy potensial dan 1ml dan material / bahan kental
·     Temperatur
Banyak komponen dari bahan farmaseutik menjadi lebih larut dengan meningkatnya temperature kecuali larutan yang sudah tetap seperti metal selulosa dan kalsium hidroksida efek dari temperatur dapat disimpulkan dari energy bebas.
        ∆G = ∆H – T ∆S
Jika ∆S bernilai positif dan ∆H (larutan panas) adalah mol, meningkatnya temperature disebabkan temperatur energi disebabkan energy negatif semakin tinggi kelarutan ∆H, umumnya tidak nol dan efek temperature tergantung pada kondisi pelarut dengan proses endoterm (∆H> 0) atau eksteren (∆H<0).
·     Hidrotropi
Adalah peningkatan kelarutan dari bahan yang tidak larut atau sedikit larut dengan bahan- bahan yang tidak aktif pada permukaan, konsep ini kurang jelasdan jenis mekanismenya pada system mekanismenya meliputi sahing in,kompleksasi atau beberapa faktor kombinasi.
·     Farmasi kompleks

Komponen yang tidak berinteraksi dengan bahan yang larut untuk membentuk larutan simplex. Farmasi dari larutan, kompleks triiodida(I3-) dan (I2-) dan (I-) adalah yang diketahui. Xanthin yang diketahui, xanthin larut dalam air tetapi xanthin larut pada kompleks ikata hydrogen dengan silikat, benzoat dan komponen lain.