Jumat, 16 Januari 2015

Pembagian Larutan

Pembagian larutan secara umum, berdasarkan banyaknya zat terlarut, sifat fisika kimia :
a.  Larutan berdasarkan banyaknya zat terlarut
1)  Menurut Dom Martin
Mempertimbangkan suatu larutan dari suatu bahan campuran A adalah air pada suhu kamar, dibawah ini merupakan tipe dari larutan yang diperoleh.
·      Larutan encer yaitu sejumlah kecil zat terlarut A dalam larutan.
·      Larutan pekat yaitu fraksi besar dari larutan yang terdiri dari zat terlarut (A).
·    Larutan jenuh yaitu mengandung sejumlah maksimum dari zat terlarut (A) yang dapat bercampur dengan air pada suhu dan tekanan tertentu.
· Larutan lewat jenuh yaitu sejumlah zat terlarut (A) yang melebihi batas kelarutannya dalam air pada suhu kamar, larutan ini tidak stabil dan terganggu karena larutan itu kembali menjadilarutan yang stabil.
2)  Menurut Farmasi Fisika
· Larutan jenuh adalah suatu larutan dimana zat terlarutberada didalam kesetimbangan dengan fase padat (zat terlarut).
·    Larutan tidak jenuh atau hamper jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi dibawah yang dibutuhkan untuk penjenuhan sempurna pada temperature tertentu.
·   Larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi lebih banyak dari pada yangs seharusnya, ada pula temperature tertentu, terdapat juga zat yang tidak larut.
b.    Larutan secara umum
1)    Menurut Scovvile’s
·      Larutan sederhana
Larutan sederhana mengandung satu substansi yang larut dalam pelarut spesifik, digunakan sebagai bahan pengobatan.
·      Larutan campuran
Syarat larutan campuran yang biasa digunakan mengandung dua atau lebih substansi dalam suatu larutan, inilah yang membatasinya dari kelompok larutan sederhana yang hanya mengandung satu substansi yang terlarut dalam suatu cairan.
·      Larutan stock
Larutan stock walaupun tidak dipersiapkan dengan tujuan untuk disalurkan seperti biasa, diadakan sebuah penambahan bahan- bahan penting untuk dijadikan stock dalam industry. Biasanya larutan ini dipersiapkan untuk waktu yang lama atau untuk penelitian dalam kelarutan.tadinya pertimbangan yang utama dalam suatu bahan yang lambat atau sukar larut atau tidak stabil pada kondisi yang umum dari penyimpanan, dan seakan- akan dianggap pentingketika jumlahnya sedikit dari obat yang berpotensi tinggi untuk dilarutkan didalam larutan
c.    Larutan berdasarkan sifat fisika kimia
1)    Menurut Farmasi fisika
·      Larutan non elektrolit adalah zat yang tidak menghasilkan ion apabila dilarutkan dalam air, oleh karena itu tidak membawa aliran listrik melalui larutan tersebut
·   Larutan micelar yaitu unit terlarut pada suatu system yang terdiri dari agregat atau micel dari molekul terlarut atau ion. Sifat nyata dari larutan mikromolekuler tetapi jumlah yang diukur secra sifat fisiknya seperti tekanan uap, tekanan osmotic, konduktansi dan menunjukkan tanda- tanda penyimpanan lainnya dan jumlah larutan mikromolekuler, micel dalam system ini didefenisikan sebagai agregat- agregat polimolekuler atau poli ionic yang dapat mencapai daerah koloid pada ukuran partikel-partikel micelar ini digambarkan sebagai kesimpulan koloid dalam suatu larutan yang penting dari micel dalam farmasi yaitu kekuatan kelarutannya dan menyerupai system biologi.
·      Larutan makromolekuler, suatu system dimaman zat terlarut terdispersi secara molokuler sebagai mana dalam larutan mikromolekuler.
2)    Menurut scoville’s
Banyaknya larutan yang dinamakan berdasarkan kegunaannya yang dimaksudkan dan biasanya dibuat dengan beberapa syarat, yaitu:
·      Collyrium adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada mata.
·   Collutoryum adalah larutan yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat kumur.
·   Collunaryium adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada hidung.
·   Gargie adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada mulut dan kerongkongan.
·   Sprays dan drops adalah larutan yang dimaksudkan untuk diberikan dengan cara disemprot atau diteteskan pada daerah yang rusak.
·   Drought adalah yang biasa berukuran dari 2- 12 oksigen dalam volume yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai dosis tunggal.
·      Inhalasi atau aerosol adalah larutan yang terdri dari bahan- bahan yang mudah menguap, dimna uap dan baunya dimaksudkan untuk dihirup baik secara langsung maupun dengan penambahan larutan.
·  Injeksi pada umumnya berupa larutan yang dimaksudkan untuk disuntikkan didalam tubuh melalui alat suntik.
·      Enema adalah larutan yang dimaksudkan untuk disisipkan kedalam rectum.
·      Dauche adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada vagina.
3)    Menurut Rps
·  Doucha adalah larutan encer yang dimasukkan langsung pada bagian atau dalam rongga tubuh.
·   Enema merupakan injeksi rectal yang digunakan untuk mengosongkan usus besar.
·    Gargie adalah larutan encer l yang dimaksudkan untuk penggunaan pada faring dan hastfaring oleh kekuatan udara dari paru-paru melalui korongkongan.
· Mouthwash (obat kumur) adalah larutan encer yang mana lebih sering dimaksudkan untuk penggunaan penghilang bau dan penyegar.
·  Larutan hidung,  biasanya berupa larutan encer yang diberikan pada hidung dengan menyemprotkan.
· Larutan pembersih digunakan untuk mencuci atau membersihkan irirsan pembedahan luka.
·   Larutan otic adalah kadang kala diberikan seperti pada telinga, sediaan otic lainnya berupa formulasi seperti suspensi obat salep utnuk pembersih secara topical pada telinga.

Kamis, 15 Januari 2015

Pengertian Larutan

Pengertian Larutan menurut beberapa sumber, yaitu :
a.  Menurut R. Voight
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung obat terlarut, menurut aturannya didalam air atau cairan yang didominasi air.
b.  Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang saling bercampur.
c.   Menurut Ansel
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, biasanya dilarutkan didalam air, yang karena bahannya, cara peraciknya atau penggunaannya tidak dimasukkan dalam produk lain.
d.  Menurut Formulariun Nasional
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, biasanya dilarutkan didalam air atau lebih didalam pelarut, dimasukkan kedalam rongga tubuh.
e.  Menurut Parrot
Larutan adalah suatu sistem farmasi yang berisi atau lebih, preparat cair yang mengandung satu atau lebih zat terlarut dan dimana metode pembuatannya tidak menggunakan metode persiapan atau bahan terklasifikasi dalam katekori lain.
f.    Menurut RPS
Larutan adalah campuran homogen yang dibuat dengan cara melarutkan zat cair, padat atau garam dalam pelarut- pelarut (beberapa pelarut) lain dan mewakili beberapa kelompok sediaan yang mana molekul pada pelarut atau bahan pelarut yang terdispersi dalam larutan.
g.  Menurut Scoville’s
Larutan adalah campuran homogen atau campuran dari dua atau lebih untuk bentuk larutan yang jernih, larutan dikatakan homogeny, karena mewakili pelarut dalam suatu molekuler atau submolekuler ionik yang tetap dalam keadaan subdivision.

Jumat, 19 Desember 2014

Cerita Lucu - Si Penemu Dompet

Suatu hari, seorang pemuda (Udin) berjalan di salah satu Mall di Makassar..
Setelah berjalan memasuki pintu Mall tersebut, ia melihat dompet seorang ibu yang jatuh dari saku jaketnya.. Kemudian ia berjalan ke arah dompet tersebut, mengambilnya lalu mencari ibu si pemilik dompet itu.. Sesampainya di tempat ibu itu berada,,,,

Udin : *menjulurkan tangan* Bu, ini dompet ibu. Saya melihatnya jatuh di dekat pintu masuk dan saya mengambilnya lalu ingin mengembalikannya kepada ibu..

Ibu : *sambil membuka dompet* Kenapa uangnya cuman Rp.500.000 ?? Tadi waktu saya kesini uangnya ada sejuta. Saya isi di kantongan dalamnya.. Kamu mengambilnya ??

Udin : Astagfirullah! Bu, kalau saya mengambilnya, tidak mungkin saya mengembalikan dompet ibu. Coba ibu cari dulu.

Ibu : *sambil mencari* Tidak ada. Ini kantongan dalamnya kosong..

Setelah mencari berulang-ulangkali didalam dompet dan tidak menemukan uang itu, si Ibu pun memanggil suaminya.

Suami : *sambil melihat si Udin* Kamu mengambil uangnya ?? Jujur saja. Mana ada maling mau ngaku..

Udin : Ya ampun.. Pak, untuk apa saya mengambil uang itu. Kalau memang uangnya saya ambil, saya tidak mungkin mengembalikan dompet ini lagi. Coba dicari dulu baik-baik. Siapa tau istri bapak simpannya ditempat lain, bukan didalam dompet.

Si Ibu dan Suaminya mencari kembali uang itu. Dan ternyata mereka menemukannya didalam kantong jaket si Ibu.

Ibu : Eh, ini uangnya.. Ternyata saya menyimpannya didalam kantong jaket, Bukan didalam dompet. Maaf ya nak, Saya sudah menuduhmu mengambil uang saya.

Udin : Tidak apa-apa bu. Lain kali jangan asal nuduh lagi..

Suami : Maaf ya nak, saya hampir memukulmu gara-gara uang itu. Sebagai rasa bersalah, saya akan memberikan uang ini kepada kamu. Ini ambil. *menjulurkan tangan*

Udin : Tidak usah pak.

Suami : Kalau begitu saya tambah lagi Rp.500.000 jadinya Rp.1.000.000. Diambil saja.
Ibu : Iya, diambil saja nak.

Udin : Jangan pak, bu. Tidak usah. Makasih sudah ingin memberi.

Suami : Hmmm.. Nih saya nambah lagi Rp.500.000. Jadinya Rp.1.500.000. Diambil saja, sebagai rasa bersalah saya ke kamu..

Udin : Tidak usah pak, saya ikhlas kok. Saya mengembalikannya bukan untuk mendapatkan imbalan..

Suami : Saya tambah lagi deh Rp.500.000. jadinya Rp.2.000.000. Ambilah nak. Saya ikhlas kok memberikan uang ini ke kamu. Hitung-hitung sebagai rasa bersalah saya ke kamu.

Udin : Hmmmm.. *sambil berpikir*


Setelah berpikir dan ingin mengambil uang tersebut, lewatlah Tantenya Si Udin..

Tante : *berteriak* Hey, Udin ! Banguuuun, sudah pagi. Kok masih ngorok aja sih.

Ternyata Si Udin cuman mimpi.
Hahaha

Selasa, 18 November 2014

Cara Menghentikan Auto Pada Twitter

Akun Twitter anda sering auto ?? Itu kan menjengkelkan juga mengganggu pemandangan di TL. Bagi anda yg akun twitternya sering auto, sering Retweet-retweet status sembarangan, sering ngefollow akun-akun tak dikenal, dan lain-lain. Berikut adalah cara untuk menghentikannya :

1. Buka twitter anda, kemudian buka pada pengaturan.
2. Klik pada "Aplikasi"

Cara Menghentikan Auto Pada Twitter

3. Klik "Cabut Akses" pada aplikasi yang sebelumnya pernah ada kunjungi atau anda sambungkan dengan twitter anda, atau aplikasi yang tidak jelas (yang tidak anda ketahui).

Cara Menghentikan Auto Pada Twitter

4. Setelah itu, ganti password anda untuk mencegah terjadinya Auto kembali.

Selasa, 04 November 2014

Definisi Pirogen

Definisi Pirogen

a.    Menurut Scoville's, hal. 195
Pirogen adalah penyebab demam atau bahan yang dibentuk oleh mikroorganisme yang kadang-kadang ada dalam cairan parenteral dan menghasilkan panas ketika larutan disuntikkan pada pasien.
b.    Menurut Lachman, hal 1296
Pirogen adalah produk metabolisme mikroorganisme hidup umumnya bakteri dan kapang serta virus telah dilaporkan sebagai penghasil pirogen bakteri gram negative memberikan zat pirogenik paten sebagai endotoksi, secara kimiawi pirogen adalah lemak yang berhubungan dengan senyawa molekul pembuat yang biasanya merupakan polisakarida tetap juga bias merupakan suatu peptide.
c.    Menurut RPS 18th, hal. 1550
Pirogen adalah produk dari pertumbuhan mikroorganisme bahan pirogenik yang paling berbahaya adalah dihasilkan oleh bakteri gram negative (ebdotoksin) tetapi gram positifjuga menghasilkan pirogenik yang berbahaya.

Jumat, 31 Oktober 2014

Definisi tentang Isotonis, Isohidris, Hipertonis, Hipotonis, dan Tonisitas

a.      Isotonis
Ø  Menurut ilmu resep, hal. 203
Isotonis adalah suatu keadaan pada saat tekanan osmosis larutan obat sama dengan tekanan osmosis cairan tubuh kita (darah, air mata)
Ø  Menurut R.Voight, hal. 479
Larutan injeksi dan infus serta larutan bahan obat yang ditetapkan penggunaannya pada mata sebaiknya memiliki sifat yang dapat diterima mata dengan baik, yang jika dibandingkan dengan cairan darah, cairan jaringan atau cairan air mata harus sesuai yakni diisotonisasikan artinya turunnya titik beku terhadap air murni dibuat sama.
Ø  Menurut Scoville’s, hal. 152
Isotonis, larutan yang memiliki tekanan osmotik yang sama dikatakan isotonik satu sama lain. Untuk cairan yang digunakan dalam tubuh manusia, larutan isotonik adalah salah satu yang memiliki tekanan osmotik yang sama dengan cairan tubuh. Demonstrasi menunjukkan tekanan osmotik itu, ketika 2 larutan atau pelarut dari larutan memiliki konsentrasi yang lebih besar sehingga meningkatkan volume larutan yang terakhir.
b.     Isohidris
Ø  Menurut formulasi steril, hal. 54
Isohidris adalah kondisi suatu larutan zat yang pHnya sesuai dengan pH fisiologis tubuh sekitar 7,4.
Ø  Menurut IImu Resep, hal. 20
Isohidri adalah pH optimal untuk darah atau cairan tubuh yang lain adalah 7,4 .
c.      Hipertonis
Ø   Menurut Formulasi Steril, Hal. 5O
Hipertonis, turunannya titik beku besar yaitu tekakan osmosisnya lebih tinggi dari serum darah sehingga menyebabkan air keluar dari sel darah merah melintasi membran semipermiabel dan menyebabkan terjadinya penciutan sel-sel darah merah, peristiwa demikian disebut plasmolisa.
Ø  Menurut IImu Resep, hal. 202 - 203
Hipertonis adalah tekanan osmosis laruitan obat lebih besar daripada tekanan osmosis iran tubuh. Jika larutan injeksi hipertonis disuntikkan, air dalam sel akan ditarik luar dari sel sehingga sel akan mengerut, tetapi keadaan ini bersifat sementara dan idak akan menyebabkan kerusakan sel tersebut. Keadaan hipertonis adalah jika nilai B negatif; maka b,c > 0,52
d.     Hipotonis
Ø  Menurut Formulasi Steril, Hal. 50
Hipotonis turunannya titik beku keeil, yaitu tekanan osmosisnya lebih rendah dari serum darah sehingga menyebabakanb air akan melintasi membran sel darah merah . 'ang permiabel memperbesar sel darah merah dan menyebabkan peningkatan tekanan dalam sel. Tekakan yang lebih besar menyebebkan peeabnya sel-sel darah merah peristiwa tersebut disebut hemolisa.
Ø  Menurut IImu Resep, hal. 202 - 203
Hipotonis adalah tekanan osmosis larutan obat lebih kecil daripada tekanan osmosis cairan tubuh, jika larutan injeksi yang hipotonis disuntikkan, air dari larutan injeksi akan diserap dan masuk kedalam sel, akibatnya sel akan mengembang dan peeah, dan keadaan ini bersifat tetap, Jika yang peeah itu sel darah merah, disebut "haemolisis".
Pecah sel ini akan dibawa aliran darah dan dapat menyumbat pembuluh darah yang Kecil. Keadaan hipotonis adalah jika nilai B positif; maka b, C < 0,52.
e.      Tonisitas
Ø  Menurut kamus lengkap kedokteran, hal. 263
Tonisitas adalah tegangan otot yang sehat
Ø  Menurut Farmasi Fisik, hal. 483
Tonisitas larutan dapat ditentukan dengan menggunakan salah satu yaitu hemolisis, pengaruh berbagai larutan diperiksa berdasarkan timbulnya efek ketika disuspensikan dengan darah.
Ø  Menurut SDF, hal. 358
Tonisitas mengacu pada tekanan osmotik yang diberikan oleh larutan atau padatan terlarut ini. Cairan/ air mata dan cairan tubuh lainnya mengerahkan tekanan osmotik sama dengan normal saline atau 0,9% larutan natrium klorida. Larutan dengan sejumlah besar zat terlarut dari cairan mata memiliki tekanan osmotik yang lebih besar dan disebut “hipertonik”, sebaliknya, larutan dengan zat terlarut kurang memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah “hipotonik”. Mata dapat mentoleransi larutan yang memiliki nilai tonisitas mulai dari setara 0,5% menjadi natrium klorida 1,6% tanpa ketidaknyamanan besar.

Rabu, 22 Oktober 2014

Syarat-syarat Sediaan Steril

Syarat-syarat sediaan steril, yaitu :
a.    Menurut Lachman, hal. 1300
1)    Zat Antibakteri
Zat antibakteri dalam konsentrasi bakteriostatik harus dimasukkan dalam formulasi . produk yang dikemas dalam vial dosis ganda, dan seringkali dimasukkan dalam formulasi yang akan disterilkan dengan proses marginal atau dibuat secara aseptis. Persyaratan aktifitas, kestabilan, dan keefektifan zat antibakteri dalam preparat paranteral telah diulas dalam kertas kerja yang telah dipublikasi.
2)    Antioksidan
Antioksidan dimasukkan dalam banyak formulasi untuk melindungi suatu zat terapeutis yang mudah mengalami oksidasi, terutama pada kondisi dipercepat dengan sterilisasi panas, dan bisa berfungsi paling tidak dengan 2 cara, yakni (1) dengan oksidasi secara istimewa (zat pereduksi) dan dengan demikian digunakan perlahan­lahan, atau (2) dengan memblokir suatu reaksi rantai oksidatif dimana zat-zat tersebut biasanya tidak dikonsumsi. Disamping itu, senyawa- senyawa tertentu beraksi smergts, meningkatkan keefektifan antioksidan, terutama anti oksidan yang memblokir reaksi oksidasi. Empat golongan senyawa berguna dalam hal ini, karena membentuk kompleks dengan katalis yang jika tidak diikat akan mempercepat reaki oksidasi. Karena ada perbedaan dalam cara kerjanya, kadang-kadang digunakan kombinasi dari zat ini.
3)    Steril (Lachman, hal. 1292 )
Sediaan ini merupakan sediaan yang unik diantara bentuk obat-obat yang terbagi karena sediaan ini disuntikkan melalui kulit atau membran mukosa kedalam bagian tubuh yang paling efisien, yakni membuat kulit dan mukosa sediaan tersebut harus bebas dari kontaminasi mikroba dan dari komponen toksis dan harus mempunyai tingkat kemurnian tinggi atau luar biasa.
b.    Menurut PTM, hal. 123
Karena ini bersifat suatu tuntutan sediaan paranteral harus disiapkan dengan hati-hati pada kondisi lingkungan yang terkontrol dan juga dikemas pada keadaan tadi, untuk point yang digunakan produk harus. 
1)    Bebas dari mikroorganisme, steril atau penyiapan dari bahan bahan steril dibawah kondisi yang meminimalkan terkontaminasi dengan mikroorganisme ( proses aseptis).
2)    Secara khusus bebas dari bakteri endotoksin dan bahan pirogen lainnya.
3)    Harus bebas dari bahan eksitioreus atau bahan asing yang tidak larut.
c.    Menurut SDF, hal. 37
1)    Sterilitas
Semua bentuk sediaan yang diberikan secara paranteral, larutan optalmic dan beberapa alat medis yang digunakan dalam hubungannya dengan pemberian bahan yang harus steril, bebas dari semua mikroorganisme hidup. Kebebasan dari mikroorganisme dijamin pada awalnya dan pembuatan prod uk dengan proses sterilisasi yang kemudian pengemasan prod uk dalam suatu bentuk yang meyakinkan penyimpanan dari sifat ini, istilah steril adalah mutlak dan seharusnya tidak pemah digunakan atau betul-betul dipertimbangkan dalam suatu relatif baik sebagian, atau hampir steril. Juga diharapkan bahwa dalam penanganan berikutnya dari produk selama pemberian, tehnik aseptik dari manipulator akan menjamin pengeluaran berlanjut dari mikroorganisme hidup. Tehnik aseptik yang tepat untuk penyiapan dan pemberian larutan steril.
2)    Bebas dari bahan partikulat
Bahan partikulat mengacu pada bahan yang bergerak, tidak larut dan kehadirannya tanpa sengaja ada dalam sediaan paranteral. Adanya bahan partikulat dalam larutan paranteral harus diperhatikan sejak adanya gambaran rute pemberian walaupun rute paranteral dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan metode efektif dari pemberian namun dipercaya bahwa bahan-bahan dari luar yang tidak disengaja dapat berbahaya. Komposisi dari bahan partikulat yang tidak diinginkan bervariasi. Dalam beberapa hal komposisi ini berasal dari berbagai materi mengingat yang lain meliputi sumber khusus tersendiri. Bahan dari luar yang ditemukan pada sediaan paranteral meliputi selulosa, serat buatan, gelas, karet, logam, partikel plastik, bahan kimia yang tidak larut, koral, diatom, ketombe dan sejenisnya Secara teoritis mungkin meliputi bahan dari lingkungan dimana produk tersebut dipasarkan.
3)    Pengaruh Biologis
Kejernihan, atau ketidakhadiran bahan partikel yang tampak selalu dipertimbangkan sebagai penyesuaian untuk produk paranteral bagaimanapun, awalnya konsep utama alasan psikologi, misalnya pengaruh larutan terhadap bahan yang tampak terhadap pasien yang menerima injeksi atau memberi gambaran kesimpulan injeksi yang beredar dipasaran dengan bahan-bahan yang mengapung pada larutan. Walaupun bukti yang dikumpulkan saat ini langsung pengukurannya yang menggunakan larutan produk harus menghilangkan partikel didalamnya. Mungkin saja bahwa bahan partikel dalam larutan intravena tidak berbahaya, khususnya untuk pasien usia lanjut yang menerima infus volume besar dan untuk pasien dirumah sakit.
4)    Tidak mengandung bahan bakteriostatik (SDF hal.163 )
Karena pemberian cairan infus dalam volume besar bahan bakteriostatik tidak pernah terkandung untuk mencegah toksisitas yang ditimbulkan akibat dari jumlah bahan bakteriostatik yang diberikan.
d.    Menurut Scoville's, hal. 152 dan 154
1)    Isotonis
Larutan yang mempunyai tekanan osmotik yang sarna dengan cairan dikatakan bahwa yang isotonik dengan yang lainnya jika suatu larutan yang digunakan berkontak dengan sel air akan masuk kedalam sel karena perbedaan osmotik dari larutan disekitamya. Demonstrasi dengan tekanan osmotik menunjukkan bahwa kedua larutan dengan tonisitas yang tidak sarna yang dipisahkan oleh suatu larutan semi permeabel, cairan atau pelarut yang digunakan dari larutan yang mempunyai tonisitas yang mudah ditarik melewati membran menjadi kelarutan yang mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi jadi meningkatkan volume larutan akhir (berkonsentrasi tinggi). Dalarn sistem dengan larutan dengan konsentrasi rendah disebut hipotonik dibanding larutan yang konsentrasinya lebih kuat dan cairan yang pekat dibuat menjadi hipertonik dibandingkan dengan yang lain. Ketika dua larutan memiliki tekanan osmotik yang sarna tidak akan terjadi sesuatu pada alat-alat eksperimen, menunjukkan bahwa daya tanggap untuk transpor cairan dalam keadaan awal telah diabaikan. Setiap larutan dikatakan menjadi isotonis yaitu jika mempunyai tonisitas yang sarna.
2)    Larutan Hipotonik dan Hipertonik
Jika larutan hipotonik mengalami kontak dengan sel maka cairan akan masuk kedalam sel karena perbedaan tekanan larutan. Pada sisi lain membran plasma sel merupakan unit yang tertutup sehingga pemasukan air banyak kedalam sel akan menghasilkan pembengkakan dan selanjutnya hal ini menimbulkan rasa sakit. Sebagai tambahan hal ini sangat mungkin menghasilkan atau menyebabkan terjadinya pemisahan sel (hemolisis) yang menyebabkan kerusakan perman en jika larutan hipertonik digunakan cairan akan tertarik dari sel dan sel menjadi berkerut atau keriput dan tidak berfungsi secara normal. Ketika menimbulkan rasa nyeri, kerusakannya tidak permanen sel akan kembali normal dengan segera setelah larutan hipertonis masuk kedalam cairan tubuh.

e.    Menurut R. Voight, hal. 462
1)    Persesuaian dari kandungan bahan obat yang dinyatakan yang nyata-nyata terdapat, tidak ada penurunan kerja selama penyimpanan melalui perusakan secara kimia dari obat dan sebagainya.
2)    Penggunaan wadah yang cocok, yang tidak hanya menginginkan suatu pengambilan steril, melainkan juga menolak interaksi bahan obat, materi bimbing.
3)    Tersatukan tanpa reaksi. Untuk itu yang bertanggung jawab terutama : bebas kuman, bebas pirogen bahan pelarut yang netral secara fisiologis, isotonis, isohidris dan bebas bahan terapung.
4)    Bebas pirogen
Oleh karena pirogenitas dalam persyaratan yang tetap masih menunjukkan ketahanan yang tinggi, maka pembuatan larutan yang bebas pirogen tidak perlu dirumitkan tetapi diperhatikan terutama pengotoran yang menyebabkan pirogen, maupun dalam air destillasi yang telah tersirnpan lama dalam bahan obat dan bahan penolong, tangki untuk pembuatan larutan paranteral (injeksi) atau tempat yang diperuntukkan untuk penyimpanan dan akhirnya timbul pada alat semprot, kanul (pipa) dan selang infus. Akibatnya timbul pengaturan yang ketat. Oleh karena itu hendaklah dijaga, bahwa suatu pembuatan injeksi atau larutan infus harus bebas pirogen dan harus pasti, bahwa apirogenitas untuk pemakaian dipersyaratkan. Hanya apabila dari sudut Farmasi dan Kedokteran, syarat apirogenitas tidak perlu ditambahkan maka pembuatan bebas pirogen dikesampingkan, tetapi bila pada penggunaan paranteral pada pasien menimbulkan hipertermi ( panas/menggigil) dan sensasi maka perlu dapat dihentikan dan diganti yang bebas pirogen.
f.     Menurut RPS
1)    Bebas bahan partikulat
Bahan partikel berbahaya jika mengandung partikel tidak larut karena dapat menghambat aliran kapiler (RPS,hal.1545). Walaupun bahan tarnbahan tidak lebih dari 50 partikel Iml yang sama atau lebih besar dari 10 mm dan tidak lebih dari 5 partikel/ml yang sarna atau lebih besar dari 25/ml dalam ukuran yang seimbang (RPS, hal.1570).
2)    Bebas pirogen

Walaupun sediaan telah steril, walaupun sediaan telah steril tetapi tetap harus bebas pirogen karena pirogen dapat timbul dari produksi pertumbuhan mikroorganisme yang telah mati yang tahan terhadap panas dan jika tidak didepirogenesasikan dapat menyebabkan reaksi demam pada manusia ( RPS,hal. 1550 )