Senin, 19 Januari 2015

Pengertian Suspensi

1.  Pengertian suspense menurut :
a)  Menurut DOM MARTIN
            Suspensi adalah proses penyiapan sistem 2 fase yang homogen dimana fase dalam atau fase dispersi adalah padatan dan fase luar fase kontinyu adalah cairan padatan terdispersi dalam serbuk halus terbagi dan ukuran partikel yang pekat atau sistem koloid. Bagaimanapun partikel terdispersi dalam sediaaan farmasi disebut suspensi yang biasanya tidak cukup kecil untuk menunjukkan gerakan brown. Fase cairan pada suspensi farmaseutikal adalah fase encer.
b)  Menurut scoville’s
            Sediaan farmasi dimana cairan mengandung bahan yang tidak larut, biasanyaa dikenal dengan suspensi. Kelas ini bentuk campuran pharmaseutikal yang merupakan sediaan tertua dan bentuk suspensi dapat diartikan sebagai sediaan kelas besar seperti produk spesifik suspensi diabsorpsi dari farmakope amerika dan oleh farmakope belanda yang dimaksudkan untuk beberapa sediaan cair yang mengandung obat dalam. Dalam bentuk serbuk halus terbagi yang dimaksudkan untuk digunakaan dalam beberapa cara :
Ø Dengan intramuskuler (bukan intravena) injeksi sebaagaai contoh suspensi steril pia cair, penicillin G.
Ø Pada mata dengan suspensi epelmic cortisone asetat.
Ø Oral dengan contoh sediaan suspensi oral trisulfa pirimidis.
Ø Rektal sebagai contoh adalah suspensi paranitro sulfalazo.
c)  Menurut Farmasi Fisika
            Suatu suspensi dalam bidang farmasi adalah suatu dispersi kasar dimana partikel zat padat yang tidak larut terdispersi dalam suatu medium cair.
d)  Menurut RPS
            Suspensi adalah sistem dua fase yang terdiri dari serbuk halus, yang terdispersi dalam padatan, cairan, dan gas.
e)  Menurut Lachman
            Suspensi merupakan sistem heterogen yang terdiri dari 2 fase kontinyu atau fase luar umumnya cairan atau semi padat dan fase terdispersinya atau fase dalam terbuat dari partiekl-partikel kecil yang pada dasarnya tidak larut tetapi terdispersi seluruhnya dalam fase kontinyu zat yang tidak larut biasa dimaksudkan untuk absorpsi fisiologis untuk fungsi pelapisan dalam dan luar.
f)   Menurut Ansel
            Suspensi adalah sediaaan obat yang terbagi dengan halus yang ditahan dalam suspensi dengan menggunakan pembawa yang sesuai.

g)  Menurut Farmakope Indonesia edisi III
            Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut terdispersi dalm cairan pembawa.
h)  Menurut Farmakope Indonesia edisi IV
            Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat yang tidak larut yang terdispersi dalam fase cair.
i)    Menurut Parrot
            Suspensi pharmaceutical adalah suatu dispersi padatan yang terbagi daam medium cair. Beberapa suspensi dibuat bubuk kering dimana pertambahan volume cairan pembawa ditambahkan sebagai cairan pendispersi sebelum terdispersi.
j)    Menurut DOM HOOVER
            Secara sederhana definisi dari suspensi adalah sistem 2 fase yang tersusun oleh bahan padat, pendispersi dalam cairan.
k) Menurut Ilmu Resep

Suspensi merupakan sediaan cair yang mengandung partikel tidak larut dalam bentuk halus yang terdisfersi kedalam fase cair.

Minggu, 18 Januari 2015

Keuntungan dan Kerugian Bentuk Sediaan Larutan

a.    Kentungan
1)    Menurut DOM
·  Sebagai bentuk pengobatan larutan mempengaruhi beberapa keuntungan dibandingkan sediaan lain.
·       Larutan sebagai campuran homogeny terdistribusi secara merata.
·       Dosis dapat divariasikan
·   Beberapa obat mengiritasi mukosa lambung ketika diberikan dalam sediaan tablet atau kapsul . iritasi ini dapat dikurangi ketika obat diberikan dalam larutan karena faktor pengenceran.
·   Aksi obat terjadi cepat karena obat terabsorbsi lebih cepat ketika diberikan dalam larutan.
·       Sediaan larutan mudah diberikan perasa, pemanis, dan pewarna.
·   Keuntungan dalam penyaluran, pengubahan untuk anak- anak atau pasien yang tidak dapat menelan tablet atau kapsul obat  dapat dimaksudkan untuk pemakaian luar dengan mudah jika diberikan dalam larutan.
·   Obat- obat paling baik disiapkan dalam larutan karena karakter fisika yang alami.
2)    Menurut Scoville’s
Larutan adalah bentuk cairan yang paling populer pada pengobatan dengan alasan :
·           Pengobatan dijamin karena larutan bersifat homogeny.
·     Larutan dapat diberikan dengan menggunakan takaran atau rumah tangga yang umum.
·    Menunjukkan aksi cepat sebab tidak membutuhkan waktu bagi obat untuk melarut setelah pemberian.
·          Kejernihan dari larutan memberikan penampilan yang menarik.
·          Kejernihan dari larutan memberikan penampilan yang menarik.
b.    Kerugian :
1)    Menurut DOM
Bulk dan kekentalan adalah dua kerugian selama dari kelarutan kapsul atau tablet lebih tepat untuk dibawah- bawah. Beberapa pengobatan ,pengobatan, karena rasa yang kurang baik sangat sulit untuk disiapkan dalam larutan, selain itu tidak stabil dalam air.
2)    Menurut Scoville’s
Beberapa kerugian dalam larutan sebagai bentuk pengobatan, rasa dari obat lebih dirasakan dalam larutan, baik dari pelarut dan kekentalan larutan memberikan bentuk obat yang kurang praktis dibawa dari pelarut dan kekentalan larutan memberikan bentuk obat yang kurang praktis dibawa dari sediaan kering dan pekat seperti serbut dan tablet, dapat dihasilkan kerusakan karena reaksi kimia terjadi paling cepat dalam larutan air adalah katalis untuk banyak katalis.

Sabtu, 17 Januari 2015

Faktor-faktor Fisika Kimia yang Mempengaruhi Kelarutan

a.    Menurut Lachman II Hal.943
·      PH
Sejumlah besar zat kemoterapi adalah asam lemah atau basa lemah kelarutan zat- zat ini dapat dengan nyata dipengaruhi oleh PH lingkungannya, melalui pemakaian kokain aksi massa, kelarutan obat- obat asam lemah atau basa lemah dapat diramalkan sebagai suatu fungsi PH dengan derajat tetapan yang besar. Sebagai contoh reaksi yang terlibat dalam kelarutan obat asam lemah.
        PH (padat)          –>              PH (larutan)
Dimana PH (larutan) sama dengan kelarutan dari asam yang tidak terisolasi dengan mol/liter dan merupakan suatu konstanta yang umumnya ditunjukkan dengan Ks.
·     Kosolvensi
Elektrolit- elektrolit lemah dan molekul- molekul nonpolar sering kali mempunyai kelarutan dalam air yang buruk, kelarutannya biasa dapat ditingkatkan dengan penambahan suatu pelarut yang dapat bercampur dengan air, dimana pelarut- pelarut yang digunakan dalam kombinasi untuk meningkatkan kelarutan zat terlarut dikenal dengan nama kosolven.
·     Konstanta dielektrik
Pendekatan yang lebih praktis, walaupun kurang tepat diterima terhadap masalah kelarutan mungkin didapatkan dalam apa yang dikenal sebagai persyaratan dielektrik untuk kelarutan. Menurut teori ini setiap zat terlarut menunjukkan suatu kelarutan maksimum dalam setiap system pelarut tertentu pada satu atau lebih konstanta dielektrik spesifik.
·     Solubilisasi (penglarutan)
Solubilisasi didfenisikan oleh Mr. Baim sebagai lewatnya molekul-molekul zat terlarut yang larut dalam air secara spontan ke dalam larutan air dari suatu satuan atau deterjen, dmana bentuk suatu larutan yang stabil secara termodinamika.
·     Kompleksasi
Senyawa- senyawa organik dalam larutan umumnya cenderung bergabung satu sama lain sampai tingkat tertentu. Sering kali penggabungan ini terlalu lemah untuk dideteksi dengan tehnik-tehnik standar. Dalam hal ini penggabungan antar molekul atau kompleks dapat dengan mudah diamati dan diukur kuantitasnya dengan satu atau beberapa tehnik yang dipublikasikan.
b.    Menurut DOM
·      Kosolven
Campuran pelarut untuk melarutkan sejumlah komponen banyak digunakan dalam lemak cair, karena ketidak terbatasan pelarut maka dapat digunakan dalam bentuk sediaan banyak campuran pelarut terdiri dari air, alcohol, gliserin, propilenglikol dan syrup. Ukuran dari pelarut ini dikembangkan untuk digunakan secara interval dalam bentuk sediaan. Kosolven dapat dipertimbangkan sebagai modifikasi lain dan polaritas dalam system pelarut untuk mendekati farmasi, pelarut yang baru yang tidak dapat dengan mudah diprediksikan berinteraksi dan interaksi komponen pelarut.
·     Parameter kelarutan
Parameter kelarutan dikembangkan oleh Hilde brad dan sebagai alam dalam meramalkan dalam kelarutan dari cairan dan bahan dalam pelarut yang besar. Parameter kelarutan didefenisikan sebagai setengah akar pangkat dari kecepatan kohesi.
        S = {(∆E).(V)}1/2
Dimana ∆E/V adalah energi kecepatan kohesi atau energy potensial dan 1ml dan material / bahan kental
·     Temperatur
Banyak komponen dari bahan farmaseutik menjadi lebih larut dengan meningkatnya temperature kecuali larutan yang sudah tetap seperti metal selulosa dan kalsium hidroksida efek dari temperatur dapat disimpulkan dari energy bebas.
        ∆G = ∆H – T ∆S
Jika ∆S bernilai positif dan ∆H (larutan panas) adalah mol, meningkatnya temperature disebabkan temperatur energi disebabkan energy negatif semakin tinggi kelarutan ∆H, umumnya tidak nol dan efek temperature tergantung pada kondisi pelarut dengan proses endoterm (∆H> 0) atau eksteren (∆H<0).
·     Hidrotropi
Adalah peningkatan kelarutan dari bahan yang tidak larut atau sedikit larut dengan bahan- bahan yang tidak aktif pada permukaan, konsep ini kurang jelasdan jenis mekanismenya pada system mekanismenya meliputi sahing in,kompleksasi atau beberapa faktor kombinasi.
·     Farmasi kompleks

Komponen yang tidak berinteraksi dengan bahan yang larut untuk membentuk larutan simplex. Farmasi dari larutan, kompleks triiodida(I3-) dan (I2-) dan (I-) adalah yang diketahui. Xanthin yang diketahui, xanthin larut dalam air tetapi xanthin larut pada kompleks ikata hydrogen dengan silikat, benzoat dan komponen lain.

Jumat, 16 Januari 2015

Pembagian Larutan

Pembagian larutan secara umum, berdasarkan banyaknya zat terlarut, sifat fisika kimia :
a.  Larutan berdasarkan banyaknya zat terlarut
1)  Menurut Dom Martin
Mempertimbangkan suatu larutan dari suatu bahan campuran A adalah air pada suhu kamar, dibawah ini merupakan tipe dari larutan yang diperoleh.
·      Larutan encer yaitu sejumlah kecil zat terlarut A dalam larutan.
·      Larutan pekat yaitu fraksi besar dari larutan yang terdiri dari zat terlarut (A).
·    Larutan jenuh yaitu mengandung sejumlah maksimum dari zat terlarut (A) yang dapat bercampur dengan air pada suhu dan tekanan tertentu.
· Larutan lewat jenuh yaitu sejumlah zat terlarut (A) yang melebihi batas kelarutannya dalam air pada suhu kamar, larutan ini tidak stabil dan terganggu karena larutan itu kembali menjadilarutan yang stabil.
2)  Menurut Farmasi Fisika
· Larutan jenuh adalah suatu larutan dimana zat terlarutberada didalam kesetimbangan dengan fase padat (zat terlarut).
·    Larutan tidak jenuh atau hamper jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi dibawah yang dibutuhkan untuk penjenuhan sempurna pada temperature tertentu.
·   Larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi lebih banyak dari pada yangs seharusnya, ada pula temperature tertentu, terdapat juga zat yang tidak larut.
b.    Larutan secara umum
1)    Menurut Scovvile’s
·      Larutan sederhana
Larutan sederhana mengandung satu substansi yang larut dalam pelarut spesifik, digunakan sebagai bahan pengobatan.
·      Larutan campuran
Syarat larutan campuran yang biasa digunakan mengandung dua atau lebih substansi dalam suatu larutan, inilah yang membatasinya dari kelompok larutan sederhana yang hanya mengandung satu substansi yang terlarut dalam suatu cairan.
·      Larutan stock
Larutan stock walaupun tidak dipersiapkan dengan tujuan untuk disalurkan seperti biasa, diadakan sebuah penambahan bahan- bahan penting untuk dijadikan stock dalam industry. Biasanya larutan ini dipersiapkan untuk waktu yang lama atau untuk penelitian dalam kelarutan.tadinya pertimbangan yang utama dalam suatu bahan yang lambat atau sukar larut atau tidak stabil pada kondisi yang umum dari penyimpanan, dan seakan- akan dianggap pentingketika jumlahnya sedikit dari obat yang berpotensi tinggi untuk dilarutkan didalam larutan
c.    Larutan berdasarkan sifat fisika kimia
1)    Menurut Farmasi fisika
·      Larutan non elektrolit adalah zat yang tidak menghasilkan ion apabila dilarutkan dalam air, oleh karena itu tidak membawa aliran listrik melalui larutan tersebut
·   Larutan micelar yaitu unit terlarut pada suatu system yang terdiri dari agregat atau micel dari molekul terlarut atau ion. Sifat nyata dari larutan mikromolekuler tetapi jumlah yang diukur secra sifat fisiknya seperti tekanan uap, tekanan osmotic, konduktansi dan menunjukkan tanda- tanda penyimpanan lainnya dan jumlah larutan mikromolekuler, micel dalam system ini didefenisikan sebagai agregat- agregat polimolekuler atau poli ionic yang dapat mencapai daerah koloid pada ukuran partikel-partikel micelar ini digambarkan sebagai kesimpulan koloid dalam suatu larutan yang penting dari micel dalam farmasi yaitu kekuatan kelarutannya dan menyerupai system biologi.
·      Larutan makromolekuler, suatu system dimaman zat terlarut terdispersi secara molokuler sebagai mana dalam larutan mikromolekuler.
2)    Menurut scoville’s
Banyaknya larutan yang dinamakan berdasarkan kegunaannya yang dimaksudkan dan biasanya dibuat dengan beberapa syarat, yaitu:
·      Collyrium adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada mata.
·   Collutoryum adalah larutan yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat kumur.
·   Collunaryium adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada hidung.
·   Gargie adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada mulut dan kerongkongan.
·   Sprays dan drops adalah larutan yang dimaksudkan untuk diberikan dengan cara disemprot atau diteteskan pada daerah yang rusak.
·   Drought adalah yang biasa berukuran dari 2- 12 oksigen dalam volume yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai dosis tunggal.
·      Inhalasi atau aerosol adalah larutan yang terdri dari bahan- bahan yang mudah menguap, dimna uap dan baunya dimaksudkan untuk dihirup baik secara langsung maupun dengan penambahan larutan.
·  Injeksi pada umumnya berupa larutan yang dimaksudkan untuk disuntikkan didalam tubuh melalui alat suntik.
·      Enema adalah larutan yang dimaksudkan untuk disisipkan kedalam rectum.
·      Dauche adalah larutan yang dimaksudkan untuk penggunaan pada vagina.
3)    Menurut Rps
·  Doucha adalah larutan encer yang dimasukkan langsung pada bagian atau dalam rongga tubuh.
·   Enema merupakan injeksi rectal yang digunakan untuk mengosongkan usus besar.
·    Gargie adalah larutan encer l yang dimaksudkan untuk penggunaan pada faring dan hastfaring oleh kekuatan udara dari paru-paru melalui korongkongan.
· Mouthwash (obat kumur) adalah larutan encer yang mana lebih sering dimaksudkan untuk penggunaan penghilang bau dan penyegar.
·  Larutan hidung,  biasanya berupa larutan encer yang diberikan pada hidung dengan menyemprotkan.
· Larutan pembersih digunakan untuk mencuci atau membersihkan irirsan pembedahan luka.
·   Larutan otic adalah kadang kala diberikan seperti pada telinga, sediaan otic lainnya berupa formulasi seperti suspensi obat salep utnuk pembersih secara topical pada telinga.

Kamis, 15 Januari 2015

Pengertian Larutan

Pengertian Larutan menurut beberapa sumber, yaitu :
a.  Menurut R. Voight
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung obat terlarut, menurut aturannya didalam air atau cairan yang didominasi air.
b.  Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang saling bercampur.
c.   Menurut Ansel
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, biasanya dilarutkan didalam air, yang karena bahannya, cara peraciknya atau penggunaannya tidak dimasukkan dalam produk lain.
d.  Menurut Formulariun Nasional
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut, biasanya dilarutkan didalam air atau lebih didalam pelarut, dimasukkan kedalam rongga tubuh.
e.  Menurut Parrot
Larutan adalah suatu sistem farmasi yang berisi atau lebih, preparat cair yang mengandung satu atau lebih zat terlarut dan dimana metode pembuatannya tidak menggunakan metode persiapan atau bahan terklasifikasi dalam katekori lain.
f.    Menurut RPS
Larutan adalah campuran homogen yang dibuat dengan cara melarutkan zat cair, padat atau garam dalam pelarut- pelarut (beberapa pelarut) lain dan mewakili beberapa kelompok sediaan yang mana molekul pada pelarut atau bahan pelarut yang terdispersi dalam larutan.
g.  Menurut Scoville’s
Larutan adalah campuran homogen atau campuran dari dua atau lebih untuk bentuk larutan yang jernih, larutan dikatakan homogeny, karena mewakili pelarut dalam suatu molekuler atau submolekuler ionik yang tetap dalam keadaan subdivision.

Jumat, 19 Desember 2014

Cerita Lucu - Si Penemu Dompet

Suatu hari, seorang pemuda (Udin) berjalan di salah satu Mall di Makassar..
Setelah berjalan memasuki pintu Mall tersebut, ia melihat dompet seorang ibu yang jatuh dari saku jaketnya.. Kemudian ia berjalan ke arah dompet tersebut, mengambilnya lalu mencari ibu si pemilik dompet itu.. Sesampainya di tempat ibu itu berada,,,,

Udin : *menjulurkan tangan* Bu, ini dompet ibu. Saya melihatnya jatuh di dekat pintu masuk dan saya mengambilnya lalu ingin mengembalikannya kepada ibu..

Ibu : *sambil membuka dompet* Kenapa uangnya cuman Rp.500.000 ?? Tadi waktu saya kesini uangnya ada sejuta. Saya isi di kantongan dalamnya.. Kamu mengambilnya ??

Udin : Astagfirullah! Bu, kalau saya mengambilnya, tidak mungkin saya mengembalikan dompet ibu. Coba ibu cari dulu.

Ibu : *sambil mencari* Tidak ada. Ini kantongan dalamnya kosong..

Setelah mencari berulang-ulangkali didalam dompet dan tidak menemukan uang itu, si Ibu pun memanggil suaminya.

Suami : *sambil melihat si Udin* Kamu mengambil uangnya ?? Jujur saja. Mana ada maling mau ngaku..

Udin : Ya ampun.. Pak, untuk apa saya mengambil uang itu. Kalau memang uangnya saya ambil, saya tidak mungkin mengembalikan dompet ini lagi. Coba dicari dulu baik-baik. Siapa tau istri bapak simpannya ditempat lain, bukan didalam dompet.

Si Ibu dan Suaminya mencari kembali uang itu. Dan ternyata mereka menemukannya didalam kantong jaket si Ibu.

Ibu : Eh, ini uangnya.. Ternyata saya menyimpannya didalam kantong jaket, Bukan didalam dompet. Maaf ya nak, Saya sudah menuduhmu mengambil uang saya.

Udin : Tidak apa-apa bu. Lain kali jangan asal nuduh lagi..

Suami : Maaf ya nak, saya hampir memukulmu gara-gara uang itu. Sebagai rasa bersalah, saya akan memberikan uang ini kepada kamu. Ini ambil. *menjulurkan tangan*

Udin : Tidak usah pak.

Suami : Kalau begitu saya tambah lagi Rp.500.000 jadinya Rp.1.000.000. Diambil saja.
Ibu : Iya, diambil saja nak.

Udin : Jangan pak, bu. Tidak usah. Makasih sudah ingin memberi.

Suami : Hmmm.. Nih saya nambah lagi Rp.500.000. Jadinya Rp.1.500.000. Diambil saja, sebagai rasa bersalah saya ke kamu..

Udin : Tidak usah pak, saya ikhlas kok. Saya mengembalikannya bukan untuk mendapatkan imbalan..

Suami : Saya tambah lagi deh Rp.500.000. jadinya Rp.2.000.000. Ambilah nak. Saya ikhlas kok memberikan uang ini ke kamu. Hitung-hitung sebagai rasa bersalah saya ke kamu.

Udin : Hmmmm.. *sambil berpikir*


Setelah berpikir dan ingin mengambil uang tersebut, lewatlah Tantenya Si Udin..

Tante : *berteriak* Hey, Udin ! Banguuuun, sudah pagi. Kok masih ngorok aja sih.

Ternyata Si Udin cuman mimpi.
Hahaha